Username
Password
security image
YM Dodi Ariyanto

www.m-edukasi.web.id blog guru

Pengumuman MTs Harapan Baru Ciamis


INFORMASI PPDB 2018/2019
Tanggal Posting:2018-03-14
Diterbitkan oleh:Doni Mulyadi

Pedoman Penilaian
Tanggal Posting:2014-09-09
Diterbitkan oleh:Doni Mulyadi

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran. Penilaian merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran. Dengan melakukan penilaian, pendidik sebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan peserta didik dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penilaian, pendidik dapat mengambil keputusan secara tepat untuk menentukan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Hasil penilaian juga dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk berprestasi lebih baik.

Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian yang dilakukan harus memiliki asas keadilan yang tinggi. Maksudnya, peserta didik diperlakukan sama sehingga tidak merugikan salah satu atau sekelompok peserta didik yang dinilai. Selain itu, penilaian tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, jender, dan agama. Penilaian juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat memacu dan memotivasi peserta didik untuk lebih berprestasi meraih tingkat yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.

Ditinjau dari sudut profesionalisme tugas kependidikan, kegiatan penilaian merupakan salah satu ciri yang melekat pada pendidik profesional. Seorang pendidik profesional selalu menginginkan umpan balik atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Hal tersebut dilakukan karena salah satu indikator keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik. Dengan demikian, hasil penilaian dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan umpan balik bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan.

Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Cijantung masih belum maksimal dalam melaksanakan penilaian, baik dalam penyusunan alat tes atau dalam pengolahan nilai untuk dijadikan pedoman pedoman.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas dianggap perlu untuk memnyusun pedoman penilaian sebagai bahan acuan bagi guru untuk melaksanakan penilaian pembelajaran, sehingga kualitas penilaian lebih baik.

1.2. Landasan

Landasan hukum penyusunan pedoman penilaian ini adalah

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
  7. SK Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tatacara Penyusunan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  8. Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dari BSNP (2006)
  9. Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran PAI dan Bahsa Arab pada Madrasah;
  10. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 912 Tahun 2013 Tentang  Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab;

 

 

  1. Tujuan

Tujuan disusunya pedoman penilaian ini adalah

  1. Membiasakan diri hidup terencana dan terprogram dalam kegiatan belajar mengajar di MTs Harapan Baru.
  2. Memahami hak dan kewajiban siswa dalam proses belajar mengajar.
  3. Mendapatkan kejelasan dalam merencanakan kegiatan belajar di MTs Harapan Baru.
  4. Terciptanya lingkungan madrasah yang tertib dan teratur.

 

BAB II

MEKANISME PENILAIAN

                              

  1. Mekanisme Pelaksanaan Ulangan dan Ujian

Mekanisme pelaksanaan ulangan dan ujian di Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Cijantung Ciamis meliputi :

  1. Ulangan Harian
  1. Pengertian

Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD/KI) atau lebih.

  1. Tujuan

Tujuan dari penyelenggaraan ulangan harian adalah

  1. Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada satu atau lebih KD/KI;
  2. Memantau kemajuan belajar setelah proses pembelajaran satu atau lebih KD/KI;
  3. Melakukan perbaikan pembelajaran pada KD/KI yang belum mencapai ketuntasan;
  4. Menentukan keberhasilan belajar peserta didik pada satu atau lebih KD/KI sebagai dasar pelaksanaan remedial dan pengayaan.
  1. Cakupan
  1. Meliputi semua indikator yang ada pada KD/KI yang dinilai (satu atau lebih KD/KI) atau terbatas pada indikator-indikator yang belum dilakukan penilaian pada penilaian proses.
  2. Ketuntasan KD/KI ditandai dengan ketuntasan setiap indikator pada KD/KI yang bersangkutan.
  1. Teknik, Bentuk dan Pelaksanaan
  1. Teknik dan bentuk penilaian yang dipilih sesuai yang direncanakan pada saat mengembangkan silabus
  2. Teknik penilaian yang dapat digunakan:
  1. Non tes;
  2. Tes baik berupa tes tertulis, tes lisan atau tes perbuatan;
  3. Gabungan keduanya dengan memetakan indikator yang akan diukur dengan tes dan indikator yang akan diukur dengan non tes.
  1. Bentuk tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda atau uraian.
  2. Dilaksanakan oleh guru mata pelajaran masing-masing dengan mengembangkan instrumen penilaian.
  1. Pengolahan Hasil

Hasil pengukuran pencapaian setiap indikator yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan harian baik melalui tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan (unjuk kerja) dan non tes (observasi, dll) dikelola oleh guru mata pelajaran untuk menghasilkan Nilai Harian (NH) setiap kompetensi dasar.

  1. Ulangan Tengah Semester
  1. Pengertian

Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD/KI pada periode tersebut.

  1. Tujuan
  1. Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah proses pembelajaran 8 -9 minggu;
  2. Memantau kemajuan belajar setelah proses pembelajaran 8 -9 minggu;
  3. Menentukan nilai hasil belajar peserta didik setelah proses pembelajaran beberapa KD/KI;
  4. Melakukan perbaikan pembelajaran pada tengah semester berikutnya.

 

 

  1. Cakupan
  1. Meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD/KI pada periode 8 – 9 minggu.
  2. Ketuntasan KD/KI ditandai dengan ketuntasan setiap indikator-indikator pada KD/KI yang bersangkutan.
  1. Teknik, Bentuk dan Pelaksanaan
  1. Teknik dan bentuk penilaian yang dipilih sesuai yang direncanakan pada saat mengembangkan silabus.
  2. Teknik penilaian yang digunakan lebih cenderung pada tes baik tes tertulis atau tes perbuatan
  1. Jika menggunakan tes tertulis, dapat diuji dengan tes bentuk objektif (pilihan ganda) dan atau tes bentuk uraian.
  2. Jika menggunakan tes perbuatan, dapat diuji dengan kinerja dan atau produk.
  1. Dilaksanakan oleh guru di bawah koordinasi satuan pendidikan, sehingga dilaksanakan secara bersama dan terjadwal.
  2. Dilaksanakan dengan terlebih dahulu menyusun instrumen penilaian.
  1. Pengolahan Hasil

Hasil pencapaian kompetensi peserta didik untuk beberapa kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan tengah semester dikoreksi/diperiksa oleh guru mata pelajaran untuk menghasilkan satu nilai yaitu Nilai Tengah Semester (NTS).

  1. Ulangan Akhir  Semester
  1. Pengertian

Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.

  1. Tujuan
  1. mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester dan di akhir tahun pelajaran;
  2. memantau kemajuan belajar setelah proses pembelajaran 1 semester;
  3. menentukan nilai hasil belajar peserta didik setelah proses pembelajaran 1 semester baik semester ganjil maupun semester genap;
  4. melakukan perbaikan pembelajaran pada semester berikutnya atau tahun pelajaran berikutnya.

 

  1. Cakupan
  1. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD/KI pada semester tersebut.
  2. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD/KI pada semester tersebut.
  3. Dalam memilih Indikator yang akan menjadi cakupan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas hendaknya memperhatikan:
  1. Urgensi: indikator yang secara teoretis, mutlak harus dikuasai oleh siswa.
  2. Kontinuitas: indikator lanjutan yang merupakan pendalaman indikator sebelumnya.
  3. Relevansi: indikator yang diperlukan untuk mempelajari dalam mata pelajaran lain.
  4. Keterpakaian: indikator yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan seharihari.
  1. Teknik, Bentuk dan Pelaksanaan
  1. Teknik dan bentuk penilaian yang dipilih sesuai yang direncanakan pada saat mengembangkan silabus.
  2. Teknik penilaian yang dapat digunakan lebih cenderung pada bentuk tes tertulis dengan menggunakan bentuk tes objektif dan atau tes bentuk uraian.
  3. Dilaksanakan oleh guru di bawah koordinasi satuan pendidikan, sehingga dilaksanakan secara bersama dan terjadwal.
  1. Pengolahan dan Hasil

Hasil pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas dikoreksi/diperiksa oleh guru mata pelajaran untuk menghasilkan satu nilai yaitu Nilai Akhir Semester (NAS).

  1. Ulangan Kenaikan Kelas
  1. Pengertian

Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket.

 

 

  1. Tujuan
  1. mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester dan di akhir tahun pelajaran;
  2. memantau kemajuan belajar setelah proses pembelajaran 1 semester;
  3. menentukan nilai hasil belajar peserta didik setelah proses pembelajaran 1 semester baik semester ganjil maupun semester genap;
  4. melakukan perbaikan pembelajaran pada semester berikutnya atau tahun pelajaran berikutnya.
  1. Cakupan
  1. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD/KI pada semester tersebut.
  2. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD/KI pada semester tersebut.
  3. Dalam memilih Indikator yang akan menjadi cakupan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas hendaknya memperhatikan:
  1. Urgensi: indikator yang secara teoretis, mutlak harus dikuasai oleh siswa.
  2. Kontinuitas: indikator lanjutan yang merupakan pendalaman indikator sebelumnya.
  3. Relevansi: indikator yang diperlukan untuk mempelajari dalam mata pelajaran lain.
  4. Keterpakaian: indikator yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan seharihari.
  1. Teknik, Bentuk dan Pelaksanaan
  1. Teknik dan bentuk penilaian yang dipilih sesuai yang direncanakan pada saat mengembangkan silabus.
  2. Teknik penilaian yang dapat digunakan lebih cenderung pada bentuk tes tertulis dengan menggunakan bentuk tes objektif dan atau tes bentuk uraian.
  3. Dilaksanakan oleh guru di bawah koordinasi satuan pendidikan, sehingga  dilaksanakan secara bersama dan terjadwal.
  1. Pengolahan dan Hasil

Hasil pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas dikoreksi/diperiksa oleh guru mata pelajaran untuk menghasilkan satu nilai yaitu Nilai Akhir Semester (NAS).

 

  1. Ujian Madrasah
  1. Pengertian

Ujian madrasah adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket.

  1. Tujuan
  1. mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester dan di akhir tahun pelajaran;
  2. memantau kemajuan belajar setelah proses pembelajaran 1 semester;
  3. menentukan nilai hasil belajar peserta didik setelah proses pembelajaran 1 semester baik semester ganjil maupun semester genap;
  4. melakukan perbaikan pembelajaran pada semester berikutnya atau tahun pelajaran berikutnya.
  1. Cakupan
  1. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD/KI pada semester tersebut.
  2. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD/KI pada semester tersebut.
  3. Dalam memilih Indikator yang akan menjadi cakupan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas hendaknya memperhatikan:
  1. Urgensi: indikator yang secara teoretis, mutlak harus dikuasai oleh siswa.
  2. Kontinuitas: indikator lanjutan yang merupakan pendalaman indikator sebelumnya.
  3. Relevansi: indikator yang diperlukan untuk mempelajari dalam mata pelajaran lain.
  4. Keterpakaian: indikator yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan seharihari.
  1. Teknik, Bentuk dan Pelaksanaan
  1. Teknik dan bentuk penilaian yang dipilih sesuai yang direncanakan pada saat mengembangkan silabus.
  2. Teknik penilaian yang dapat digunakan lebih cenderung pada bentuk tes tertulis dengan menggunakan bentuk tes objektif dan atau tes bentuk uraian.
  3. Dilaksanakan oleh guru di bawah koordinasi satuan pendidikan, sehingga biasanya dilaksanakan secara bersama dan terjadwal.
  1. Pengolahan dan Hasil

Hasil pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas dikoreksi/diperiksa oleh guru mata pelajaran untuk menghasilkan satu nilai yaitu Nilai Ujian Madrasah (NUM).

  1. Ujian Nasional
  1. Pengertian

Ulangan Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian standar kompetensi lulusan SMP/MTs serta menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

  1. Tujuan
  1. Merintis terciptanya Standar Nasional bagi mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah.
  2. Untuk memperoleh informasi, sejauh mana kemampuan peserta didik dalam pencapaian pendidikan yang di tetapkan dan sebagai standar untuk langkah-langkah pembinaan selanjutnya.
  3. Mendorong agar proses belajar mengajar dilaksanakan berdasarkan Kurikulum, Buku, serta alat peraga yang telah di tetapkan.
  4. Menyederhanakan prosedur seleksi penerimaan siswa Baru pada madrasah/sekolah yang lebih tinggi.
  5. melakukan perbaikan pembelajaran pada semester berikutnya atau tahun pelajaran berikutnya.
  1. Cakupan
  1. Pemetaaan mutu program dan/atau satuan  pendidikan
  2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
  3. Penentuan kelulusan peserta didik dari program  dan/atau satuan pendidikan
  4. Pembinaan dan pemberian  bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan 

 

 

  1. Teknik, Bentuk dan Pelaksanaan
  1. Teknik dan bentuk penilaian yang dipilih sesuai yang direncanakan dan ditentukan oleh pusat
  1. Pengolahan dan Hasil

Hasil pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan nasional dikoreksi/diperiksa oleh tim yang ditujuk oleh panita pusat.

  1.  Mekanisme Penilaian Akhir Hasil Belajar 5 (Lima) Kelompok Mata Pelajaran
  • Penilaian pada Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia
  • Penilaian pada Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian
  • Penilaian pada Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Penilaian pada Kelompok Mata Pelajaran Jasmani Olah Raga Kesehatan
  • Penilaian pada Kelompok Mata Pelajaran Estetika
  1. Mekanisme Penilaian Akhlak Mulia

Mekanisme pelaksanaan penilaian akhlak mulia yang berlaku di Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Cijantung

  1. Mekanisme Penilian Kepribadian

Mekanisme pelaksanaan penilaian kepribadian yang berlaku di Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Cijantung

  1. Mekanisme Penilaian Muatan Lokal

Mekanisme pelaksanaan penilaian muatan lokal yang berlaku di Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Cijantung

  1. Mekanisme Penilaian terhadap Keikutsetaan dalam Pengembangan Diri

Mekanisme pelaksanaan penilaian atas keikutsertaan pada pengembangan diri yang berlaku di Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Cijantung.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PROSEDUR PENILAIAN

 

 

  1.  Prosedur Penilaian oleh Pendidik

Kegiatan-kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik, meliputi

  • Informasi tentang rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus pada awal semester
  • Pemilihan teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian Kompetensi Dasar yang ada pada silabus
  • Pengembangan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yangr
  • au proses dan kemajuan belajar pese dipilih
  • Pelaksanaan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan
  • Pengolahan hasil penilaian untuk mengetahu kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik
  • Pengembalian hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik
  • Pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
  • Pelaporan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester
  • Pelaporan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil Penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
    1.  Prosedur Penilaian oleh Satuan Pendidikan

Kegiatan-kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik, meliputi

  • Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran
  • Pengkoordinasian ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulagan kenaikan kelas
  • Penentuan kriteria kenaikan kelas
  • Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan
  • Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  • Penyelengggaraan ujian sekolah penentuan kelulusan peserta didik dari ujian madrasah
  • Pelaporan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester dalam bentuk buku laporan pendidikan
  • Pelaporan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada kemenag kabupaten
  • Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria yang ada pada pp no 19 tahun 2005
  • Penerbitan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) setiap peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional
  • Penerbitan Ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan.

                                                                                     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

TINDAK LANJUT PENILAIAN

 

  1. Mekanisme transparansi sistem penilaian hasil belajar.

       Penginformasian setiap hasil belajar peserta didik secara terbuka.

  1. Mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar.

Cara penyampaian ketidakpuasan peserta didik terhadap hasil belajar yang diperoleh   beserta tindak lanjutnya.

  1. Mekanisme peninjauan program penilaian secara periodik berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program penilaian.

Mekanisme peninjauan program penilaian atas kendala-kendala yang terjadi selama implementasinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

 PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

 

  1. Saran

Penilaian yang dilakukan harus memiliki asas keadilan yang tinggi. Maksudnya, peserta didik diperlakukan sama sehingga tidak merugikan salah satu atau sekelompok peserta didik yang dinilai. Selain itu, penilaian tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, jender, dan agama. Penilaian juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat memacu dan memotivasi peserta didik untuk lebih berprestasi meraih tingkat yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                      

 

  •  

Contoh :

DAFTAR PENGOLAHAN NILAI HARIAN

Mata Pelajaran            : IPA

Kelas/Semester            : VII/1

Tahun Pelajaran           :

No

Nama Peserta Didik

Nilai Harian

Rata-Rata (NH)

KD1

KD2

KD3

KD4

KD5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengolahan Nilai Harian, Nilai Tengah Semester Dan Nilai Akhir Semester/Nilai Kenaikan Kelas

Untuk memperoleh nilai hasil belajar (Nilai LHB), digunakan rumus:

Keterangan :

NH      : Nilai Harian

NTS     : Nilai Ulangan Tengah Semester

NAS    : Nilai Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan Kelas

x, y, z  : koefisien

Penjelasan :

  1. Penentuan besar koefisien x, y dan z merupakan kebijakan satuan pendidikan yang dirumuskan bersama dengan dewan guru.
  2. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi satuan pendidikan dalam menentukan besar koefisien x, y dan z adalah:
  1. Tingkat cakupan kompetensi yang diukur.
  2. Konsistensi dan kontinuitas pengukuran pencapaian kompetensi.
  3. Keakuratan pengukuran pelaksanaan masing-masing ulangan.
  4. Pemenuhan kompetensi secara bertahap dan menyeluruh.
  1.  Agar pengolahan hasil belajar ini lebih efisien dan efektif, maka dapat menggunakan TIK dalam pengolahannya.

Salah satu contoh daftar pengolahan nilai yang dibuat oleh guru, yaitu:

DAFTAR PENGOLAHAN NILAI SEMESTER

Mata Pelajaran            : IPA

Kelas/Semester            : VII/1

Tahun Pelajaran           :

No

Nama Peserta Didik

Nilai Harian

Rata2 (NH)

NTS

NAS

Nilai LBH

KD1

KD2

KD3

KD4

KD5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENULISAN BUTIR SOAL

PENENTUAN DAN PENYEBARAN SOAL

Nama Madrasah          : MTs Harapan Baru Cijantung

Mata Pelajaran            :

Kurikulum                   :

Alokasi Waktu            :

Penyusun                     :                                  

No

Kompetensi Dasar

Materi

Jumlah Soal Tes Tulis

Jumlah Soal Praktik

PG

Uraian

01

 

 

 

 

 

02

 

 

 

 

 

Jumlah Soal

 

 

 

 

Ciamis, 

Penyusun,

 

______________________

KISI-KISI PENULISAN SOAL

TAHUN PELAJARAN ________

 

Nama Madrasah          : MTs Harapan Baru Cijantung           Jumlah Soal                 :

Mata Pelajaran            :                                                           Bentuk Soal/Tes          :

Kurikulum                   :                                                           Penyusun                     :

Alokasi Waktu            :

No

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Kls/Smt

Materi Pokok

Indikator Soal

Nomor Soal

Bentuk Soal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ciamis,   

Penyusun,

______________________

 

KARTU SOAL BENTUK

PILIHAN GANDA (PG)

Mata Pelajaran            :                                                           Penyusun                     :

Bahan Kelas/Sem        :                                                           Tahun Pelajaran           :          

Bentuk  Tes                 :

Kompetensi Dasar :

 

 

 

Kunci

No. Soal

 

 

                                                                   

  Rumusan Butir Soal :

Materi :

 

Indikator Soal

 

 

 

No

Digunakan Untuk

Tgl

Jumlah Siswa

Tingkat Kesukaran

Daya Pembeda

Proporsi Jawaban Pada Pilihan

Ket

A

B

C

D

E

OMIT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARTU SOAL

BENTUK URAIAN

Mata Pelajaran            :                                                           Penyusun                     :

Bahan Kelas/Sem        :                                                           Tahun Pelajaran           :          

Bentuk  Tes                 :

Kompetensi Dasar :

 

 

Terlampir

Kunci

No. Soal

 

 

                                                                   

 

 

  Rumusan Butir Soal :

Materi :

 

 

Indikator Soal :

 

 

 

PEDOMAN PENSKORAN

No

Kunci/Kriteria Jawaban

Skor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah Skor Maksimum

 

 

 

 

PERAKITAN BUTIR SOAL

 

Langkah-langkah Perakitan Soal

  1. Mengelompokan soal-soal yang mengukur kompetensi dan materi yang sama, kemudian soal-soal itu ditempatkan dalam urutan yang sama.
  2. Memberi nomor urut soal didasarkan nomor urut soal dalam kisi-kisi.
  3. Mengecek setiap dalam satu paket tes apakah soal-soalnya sudah bebas dari kaidah “Setiap soal tidak boleh memberi petunjuk jawaban terhadap soal yang lain”.
  4. Membuat petunjuk umum dan khusus untuk mengerjakan soal.
  5. Membuat format lembar jawaban.
  6. Membuat lembar kunci jawaban dan petunjuk penilaiannya.
  7. Menentukan/menghitung penyebaran kunci jawaban (untuk bentuk pilihan ganda), dengan menggunakan rumus berikut.

  1. Menentukan soal inti sebanyak 10% dari jumlah soal dalam satu paket.
  2. Menentukan besarnya bobot setiap soal (untuk soal bentuk uraian).
  3. Menyusun tabel konversi skor.

PROSEDUR PEMERIKSAAN LEMBAR JAWABAN

Untuk pemeriksaan bentuk pilihan ganda, pelaksanaanya sangat mudah. Lembar jawaban peserta didik dicocokkan pada lembar kuci jawaban yang sudah disiapkan.Bila jawaban peserta didik sesuai dengan kunci jawaban, maka jawabannya diberi skor 1, bila tidak sesuai diberi skor 0.

Untuk melakukan pemeriksaan soal-soal bentuk uraian termasuk tes perbuatan, sangat diperlukan kesabaran dan ketelitian yang handal. Untuk memudahkan pelaksanaannya, ada beberapa kaidah atau prosedur pemeriksaannya.

  1. Gunakanlah pedoman penskoran yang telah disiapkan sebagai acuan dalam memeriksa jawaban peserta didik.
  2. Bacalah jawaban peserta didik kemudian bandingkan dengan jawaban ideal seperti yang ada pada pedoman penskoran.
  3. Berikan skor sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kesempurnaan jawaban peserta didik.
  4. Periksalah seluruh lembar jawaban peserta didik pada nomor yang sama, baru dilanjutkan ke pemeriksaan nomor berikutnya. Hal ini perlu dilakukan guna menjaga konsistensi dan objektivitas pemberian skor.
  5. Hindari faktor-faktor yang tidak sesuai/relevan dalam pemberian skor seperti bagus tidaknya tulisan dan bersih tidaknya keretas jawaban, kecuali kedua aspek itu yang akan diukur, seperti mata pelajaran bahasa.

Pemberian skor untuk soal uraian sangat ditentukan oleh bobot masing-masing soalnya. Kemudian lakukan perhitungan nilai dengan menggunakan rumus seperti berikut ini.

 

RAMBU-RAMBU

DAN KONSEP ANALISIS BUTIR SOAL

(Analisis Kualitatif dan Kuantitatif)

A. Langkah-langkah dalam Proses Analisis Butir Soal (Analisis Kualitatif)

Dalam menganalisis butir soal secara kualitatif, penggunaan format penelaahan soal akan sangat membantu dan mempermudah prosedur pelaksanaannya. Format penelaahan soal digunakan sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal. Agar penelaah dapat dengan mudah menggunakan format penelaahan soal, maka para penelaah perlu memperhatikan petunjuk pengisian formatnya. Petunjuknya adalah seperti berikut ini.

  1. Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam format!
  2. Berilah tanda cek (V) pada kolom "Ya" bila soal yang ditelaah sudah sesuai dengan kriteria!
  3. Berilah tanda cek (V) pada kolom "Tidak" bila soal yang ditelaah tidak sesuai dengan kriteria, kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau pada teks soal dan perbaikannya.

Format penelaahan soal yang dimaksud adalah format penelaahan butir soal: uraian, pilihan ganda, tes perbuatan dan instrumen non-tes.

 

 

 

 

 

1. Format Penelaahan Butir Soal Bentuk Uraian

FORMAT PENELAAHAN BUTIR SOAL BENTUK URAIAN

Mata Pelajaran            : .................................

Kelas/semester            : .................................

Penelaah                      : .................................

No

Aspek yang Ditelaah

Nomor Soal

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

A.

 

1.

 

 

2.

 

3.

 

 

4.

Materi

Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian)

Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai

Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi)

Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.

5.

 

6

 

7

8

Konstruksi

Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian

Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal

Ada pedoman penskorannya

Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.

9

 

 

10

 

 

11

 

12

 

 

Bahasa/Budaya

Rumusan kalimat komunikatif

Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku

Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian

Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu

Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan: Berilah tanda (V) bila tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!

2. Format Penelaahan Soal Bentuk Pilihan Ganda

FORMAT PENELAAHAN BUTIR SOAL BENTUK PILIHAN GANDA

Mata Pelajaran            : .................................

Kelas/semester            : .................................

Penelaah                      : .................................

No

Aspek yang Ditelaah

Nomor Soal

1

2

3

4

5

6

Peraturan Akademik
Tanggal Posting:2014-09-09
Diterbitkan oleh:Doni Mulyadi

PERATURAN AKADEMIK

MTS HARAPAN BARU

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

BAB I

PENDAHULUAN

Madrasah merupakan suatu lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, pengembangan kreativitas, dan pendidikan untuk membentuk kepribadian, kecakapan, dan keterampilan bagi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan.

Terlaksana dan tercapainya tujuan pendidikan perlu adanya peraturan akademik yang mengatur masalah akademik, sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Madrasah yang secara akademik teratur, siswa mendapatkan kepastian dalam merencanakan proses belajar di madrasah, sehingga dalam melaksanaan pembelajaran dapat terlaksan secara efektif dan efisien.

Yang dimaksud dengan peraturan akademik adalah peraturan yang mengatur proses kegiatan belajar mengajar siswa di MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis.

BAB II

TUJUAN

 Tujuan dibuatnya peraturan akademik di madrasah agar siswa :

  1. Membiasakan diri hidup terencana dan terprogram dalam kegiatan belajar di madrasah.
  2. Memahami hak dan kewajiban siswa dalam proses belajar mengajar.
  3. Mendapatkan kejelasan dalam merencanakan kegiatan belajar di MTs Harapan Baru.
  4. Terciptanya lingkungan madrasah yang tertib dan teratur.

 

BAB III

PERSYARATAN MINIMAL KEHADIRAN

Pasal 1

Syarat presentase minimal kehadiran siswa adalah 80% dari waktu pembelajaran efektif sebagai pertimbangan untuk mengikuti ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.

Pasal 2

Menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran.

 

BAB IV

PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN

 

Pasal 1

Pelaksanaan ulangan harian yang meliputi:

  1. Waktu pelaksanaan ulangan harian ditentukan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan silabus yang telah disusun. Teknik pelaksanaan diserahkan kepada guru mata pelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing dan dilaksanakan pada waktu jadwal mata pelajaran tersebut..
  2. Bagi peserta didik yang tidak bisa mengikuti ulangan harian karena alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan harian susulan pada waktu di luar jam kegiatan belajar mengajar dengan kesepakatan dengan guru mata pelajaran.

Pasal 2

Pelaksanaan ulangan tengah semester yang meliputi:

  1. Waktu pelaksanaan ulangan tengah semester dilaksanakan pada waktu tertentu pada tengah semester. Teknik pelaksanaan diserahkan kepada guru mata pelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing dan dilaksanakan pada waktu jadwal mata pelajaran tersebut.
  2. Bagi peserta didik yang tidak bisa mengikuti ulangan tengah semester karena alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan tengah semester susulan pada waktu tertentu yang disediakan, sesuai dengan kalender pendidikan.

Pasal 3

Pelaksanaan ulangan akhir semester yang meliputi:

  1. Waktu pelaksanaan ulangan akhir semester dilaksanakan pada waktu tertentu pada akhir semester. Teknik pelaksanaan diatur oleh panitia ulangan akhir semester yang ditunjuk oleh kepala madrasah, untuk mengelola pengadaan soal, pembuatan jadwal, pengadministrasian ruangan, dan pengelolaan pembiayaan.
  2. Bagi peserta didik yang tidak bisa mengikuti ulangan akhir semester karena alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan akhir semester susulan pada waktu tertentu yang disediakan, sesuai dengan kalender pendidikan dan dikelola oleh panitia ulangan akhir semester.

Pasal 4

Pelaksanaan ujian madrasah dan ujian nasional yang meliputi:

  1. Waktu pelaksanaan ujian madrasah dan ujian nasional dilaksanakan pada waktu tertentu pada akhir tahun pelajaran. Teknik pelaksanaan diatur oleh panitia ujian madrasah dan ujian nasional yang ditunjuk oleh kepala madrasah, untuk mengelola pengadaan soal, pembuatan jadwal, pengadministrasian ruangan, dan pengelolaan pembiayaan.
  2. Persyaratan mengikuti ujuan madrasah dan ujian nasional meliputi:
  1. Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di MTs Harapan Baru berhak mengikuti ujian madrasah dan ujian nasional.
  2. Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar sampai dengan semester I tahun terakhir.
  1. Bagi peserta didik yang tidak bisa mengikuti ujian madrasah dan ujian nasional karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah dapat mengikuti ujian madrasah dan ujian nasional susulan pada waktu tertentu yang disediakan, sesuai dengan kalender pendidikan dan dikelola oleh panitia ujian madrasah dan ujian nasional.
  2. Peserta didik yang tidak lulus ujian madrasah dan ujian nasional  utama termasuk susulannya dapat mengikuti ujian madrasah dan ujian nasional ulangan pada seluruh atau sebagian mata pelajaran dengan nilai di bawah nilai kelulusan dan atau mengikuti ujian madrasah dan ujian nasional pada tahun ajaran berikutnya.

 

BAB V

PELAKSANAAN REMIDIAL DAN PENGAYAAN

Pasal 1

Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dalam satu standar kompetensi pada waktu yang telah ditentukan berhak dan wajib mengikuti pembelajaran remidial.

Pasal 2

Peserta didik yang lebih dulu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dalam satu Standar Kompetensi  berhak mengikuti pembelajaran pengayaan.

Pasal 3

Pembelajaran remidial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar dengan teknik antara lain: tes prasyarat, tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remidial antara lain: pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, pemberian bimbingan secara khusus (bimbingan perorangan), pemberian tugas-tugas latihan secara khusus, pemanfaatan tutor sebaya.

Pasal 4

Waktu pelaksanaan pembelajaran remedial diberikan waktu peserta didik menempuh tes standar kompetensi yang terdiri dari beberapa kompetensi dasar.

 

Pasal 5

Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial. Dan nilai hasil remedial tidak melebihi nilai criteria ketuntasan minimum.

Pasal 6

Pembelajaran pengayaan meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik dengan teknik antara lain: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan antara lain: belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran berbasis tema, pemadatan kurikulum.

Pasal 7

Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan dalam bentuk portofolio sebagai nilai tambah dari peserta didik yang normal.

BAB VI

KENAIKAN KELAS

Pasal 1

Kenaikan kelas dilaksanakan pada tiap akhir tahun pelajaran. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang telah dilakukan.

Pasal 2

Peserta didik dinyatakan naik kelas VIII apabila yang bersangkutan memiliki

  1. menyelesaikan semua program pembelajaran di kelas VII;
  2. semua mata pelajaran mencapai kriteria ketuntasan minimum (kkm);
  3. kehadiran minimal 80%;
  4. berkelakuan baik.

Pasal 3

Peserta didik dinyatakan naik kelas IX apabila yang bersangkutan memiliki

  1. menyelesaikan semua program pembelajaran di kelas VIII;
  2. semua mata pelajaran mencapai kriteria ketuntasan minimum (kkm);
  3. kehadiran minimal 80%;
  4. berkelakuan baik.

 

 

BAB VII

  1.  

Pasal 1

Kelulusan peserta didik dari MTs Harapan Baru ditentukan berdasarkan rapat Dewan Pendidik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;
  3. lulus ujian madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  4. lulus ujian nasional

Pasal 2

Peserta didik dinyatakan lulus ujian madrasah jika memenuhi standar kelulusan ujian madrasah.

Pasal 3

Peserta didik dinyatakan lulus ujian nasional jika memenuhi standar kelulusan ujian nasional.

BAB VIII

HAK SISWA DALAM MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR

 

Pasal 1

Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar seoptimal mungkin dalam proses belajar mengajar untuk tiap satu rombongan belajar minimal satu ruang kelas.

Pasal 2

Untuk melakukan percobaan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Peserta Didik berhak menggunakan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam dengan mengikuti jadwal yang telah tersusun.

Pasal 3

Untuk melakukan praktik dalam mata pelajaran Bahasa ( bahasa indonesia, bahasa inggris, bahasa arab, bahasa sunda), Peserta Didik berhak menggunakan Laboratorium Bahasa dengan mengikuti jadwal yang telah tersusun (kalau tersedia lab Bahasanya)

Pasal 4

Untuk melakukan praktik dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Peserta Didik berhak menggunakan Laboratorium Komputer dengan mengikuti jadwal yang telah tersusun.

Pasal 5

Untuk melakukan praktik dalam mata pelajaran Olah Raga dan Kesehatan atau pengembangan diri olah raga, Peserta Didik berhak menggunakan fasilitas olah raga dengan mengikuti jadwal yang telah tersusun.

Pasal 6

Untuk menunjang sumber belajar, Peserta Didik berhak memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan menjadi anggota perpustakaan MTs Harapan Baru.

Pasal 7

Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar, Peserta Didik berhak memanfaatkan semua fasilitas yang ada di MTs Harapan Baru.

BAB IX

LAYANAN KONSULTASI SISWA

PADA GURU, WALI KELAS, DAN GURU BIMBINGAN KONSELING

Pasal 1

Peserta didik berhak mendapatkan bimbingan dari guru mata pelajaran untuk kepentingan proses belajar dalam mata pelajaran tertentu atau dalam hal lain yang relevan.

 

 

Pasal 2

Peserta didik berhak mendapatkan bimbingan dari wali kelas dan guru BP/BK untuk kepentingan peserta didik dalam berbagai hal.

Pasal 3

Peserta didik berhak mendapatkan bimbingan guru Bimbingan Konseling, berupa

  1. Bimbingan pribadi sosial
  1. Memahami ciri-ciri dan kecakapan diri dan mengenal kekuatan dan kelemahannya.
  2. Mendiskusikan cara-cara mengatur kegiatan belajar
  3. Membedakan hal-hal yang mengakibatkan berbahaya bagi kesehatan fisik dan psikisnya.
  4. Mendiskusikan tanggung jawab siswa dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
  5. Menelaah tekanan-tekanan yang dirasakan dalam kelompok sebaya di luar kelompok sebaya.
  6. Mengetahui bahwa mendengarkan dan berbicara yang tepat membantu memecahkan masalah.
  7. Memberikan contoh bahwa pengalaman di masa lalu berpengaruh pada tindakan saat ini dan masa yang akan datang.
  1. Bimbingan belajar  
  1. Mengembangkan rencana untuk mengatur waktu belajar.
  2. Mengembangkan motivasi yang mendorong agar berpenampilan yang sebaik-baiknya.
  3. Mempelajari cara-cara belajar untuk menghadapi ulangan.
  1. Bimbingan Karier
  1. Mengetahui dan menelaah pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan diri sendiri.
  2. Memperkirakan adanya perbedaan macam-macam karier di masa kini dan masa yang akan datang.
  3. Menjelaskan bahwa pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan.
  4. Menelaah macam-macam cara melihat kemajuan diri.

 

 

BAB IX

PENUTUP

Hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan akademik ini, akan diatur secara khusus melalui keputusan Kepala Madrasah.

Peraturan akademik ini dibuat untuk dipahami, dihayati, dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi demi terwujudnya kepentingan bersama dalam mencapai tujuan pendidikan di MTs Harapan Baru.

 

                                                                                   

 

 

 

Tata Tertib Siswa
Tanggal Posting:2014-09-09
Diterbitkan oleh:Doni Mulyadi

TATA TERTIB SISWA

MTS HARAPAN BARU CIJANTUNG CIAMIS

TAHUN AJARAN 2014/2015

 

BAB I

PENDAHULUAN

Madrasah merupakan suatu lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya kegiatan belajar, mengajar, pengembangan kreativitas, dan pendidikan untuk membentuk kepribadian, kecakapan, dan keterampilan bagi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan.

Terlaksana dan tercapainya tujuan pendidikan perlu adanya tata tertib yang mendukung dan kondusif, sehingga dapat menciptakan suasana lingkungan pendidikan yang terarah dan tertib.

Madrasah yang tertib, aman, dan teratur merupakan syarat agar siswa dapat belajar secara optimal. Kondisi semacam ini dapat terjadi jika disiplin di madrasah berjalan dengan baik. Kedisiplinan siswa dapat tumbuh dan berkembang jika situasi dan kondisi madrasah mendukungnya.

Yang dimaksud dengan tata tertib siswa adalah peraturan yang mengatur aktivitas belajar dan pengembangan kreativitas siswa di lingkungan MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis.


BAB II

TUJUAN

 Tujuan dibuatnya tata tertib siswa di madrasah agar siswa :

  1. Membiasakan diri hidup tertib waktu, tertib kegiatan belajar, tertib keseragaman berpakaian, tertib sikap dan berperilaku, dan tertib berorganisasi (OSIS).
  2. Memahami hak dan kewajiban siswa serta larangan-larangan dan jenis sanksinya.
  3. Membudayakan sikap hidup berdisiplin, sopan santun, berperilaku jujur dalam beraktivitas dan pengembangan kreativitas.
  4. Terciptanya lingkungan madrasah yang kondusif.


 

 

 

BAB III

TERTIB WAKTU

Pasal 1

Siswa wajib hadir di madrasah setiap hari efektif belajar 10 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  Hari Senin s/d Kamis pukul 07.00 s.d. 15.00, Hari Jum’at pukul 07.30 s.d. 11.30 dan hari Sabtu pukul 07.30 s/d 10.10.

Pasal 2

  1. Siswa yang terlambat hadir lebih dari 10 menit, wajib lapor kepada guru petugas piket dan baru diizinkan masuk kelas pada jam pelajaran berikutnya setelah diberi sanksi akademis dari guru petugas piket.  
  2. Siswa yang terlambat hadir 3 kali atau lebih dalam satu minggu akan mendapat sanksi khusus sesuai kebijakan madrasah dan dikonfirmasikan kepada pembimbing asrama/wali siswa melalui wali kelasnya di madrasah.

Pasal 3

  1. Siswa yang berhalangan hadir wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis atau melalui telepon yang disertai surat susulan yang sah dari pembimbing asrama/wali.
  2. Apabila 3 hari tidak masuk madrasah tanpa ada alasan yang jelas maka akan mendapat sanksi akademis, bahkan dapat dikembalikan kepada orang tuanya setelah ada musyawarah dengan orang tua /walinya.

Pasal 4

Siswa yang karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti kegiatan belajar sampai selesai waktu KBM, wajib memberi tahu kepada guru kelas, wali kelas, dan guru piket dengan membawa surat pemberitahuan dari pembimbing asrama /wali (surat atau telepon). Jika tidak demikian maka akan mendapat sanksi akademis dari madrasah.

Pasal 5

Siswa yang sakit dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar sampai akhir waktu KBM, diizinkan untuk istirahat di Poskestren atau pulang ke asrama setelah mendapat izin dari guru yang mengajar pada saat itu dan guru petugas piket dengan membawa surat pengantar dari madrasah yang harus dikembalikan kepada petugas piket setelah ditandatangani pembimbing asrama/wali.

 

Pasal 6

Siswa tidak diperkenankan pulang untuk mengambil tugas/PR yang tertinggal di asrama.

Pasal 7

Siswa tidak dibenarkan berada di lingkungan madrasah setelah jam belajar intra kurikuler selesai tanpa ada kegiatan yang jelas, agar tidak mengganggu kegiatan yang sudah diprogramkan madrasah.

BAB IV

TERTIB KEGIATAN BELAJAR

Pasal 1

  1. Setiap hari kegiatan belajar diawali dengan pembiasaan Tilawatil qur’an dan  shalat dhuha di Masjid.
  2. Setiap siswa wajib membawa kitab suci Al-Quran dan peralatan shalat

 

Pasal 2

Siswa wajib mengikuti kegiatan belajar yang diatur oleh madrasah secara sungguh-sungguh dengan bimbingan guru mata pelajaran masing-masing sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan  untuk meningkatkan prestasi dan nama baik madrasah.

Pasal 3

Apabila 10 menit setelah jadwal KBM,  guru mata pelajaran  belum hadir atau tidak hadir, maka ketua kelas wajib melaporkan kepada guru piket untuk mendapat petunjuk atau tugas, dan seluruh siswa tetap berada di dalam kelas dengan tertib dan tidak mengganggu ketenangan kelas lain.

Pasal 4

Apabila ada kegiatan belajar di luar kelas di lingkungan madrasah siswa wajib menjaga ketertiban dan ketenangan lingkungan madrasah serta tidak mengganggu kelas lain.

Pasal 5

Setiap siswa berhak memanfaatkan seluruh fasilitas belajar yang ada di lingkungan madrash, mendapatkan pelajaran, mengikuti ulangan/remedial/pengayaan/ujian madrasah/ujian nasional, menerima hasilnya  dan berkewajiban membayar sahriah tepat pada waktunya, memelihara seluruh fasilitas yang ada di madrasah dan melaksanakan tata tertib madrasah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis

Pasal 6

Apabila ada fasilitas belajar yang hilang atau rusak karena kelalaian atau kecerobohan siswa, maka siswa tersebut harus bertanggung jawab dan wajib mengganti atau memperbaikinya.

Pasal 7

Siswa tidak dibenarkan jajan, makan dan minum di kantin madrasah atau di luar madrasah atau di dalam kelas selama KBM berlangsung.

Pasal 8

Siswa tidak diperkenankan ke luar madrasah selama KBM berlangsung kecuali ada izin khusus dari madrasah.

Pasal 9

Apabila siswa hendak ke toilet untuk buang air kecil atau besar ketika jam pelajaran sedang berlangsung harus minta izin terlebih dahulu kepada guru yang sedang mengajar di kelas tersebut.

Pasal 10

Selama KBM berlangsung siswa dilarang melakukan kegiatan olah raga, kecuali pada waktu pelajaran Penjasorkes

Pasal 11

Siswa yang melanggar tata tertib madrasah akan mendapat sanksi yang sesuai dengan kebijakan madrasah dan selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada pembimbing santri dan atau orang tuanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

TERTIB KESERAGAMAN BERPAKAIAN


Pasal 1

Siswa wajib berpakaian seragam dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Untuk siswa Putri kemeja putih lengan panjang berdasi dengan satu saku di dada sebelah kiri dan atribut MTs Harapan Baru yang lengkap.
  2. Untuk siswa putra celana panjang berwarna hitam dengan ukuran standar dan untuk siswa putri rok berwarna hitam di rempel dengan ukuran panjang sampai mata kaki.
  3. Pemakaian Rok harus menutupi pusar atau pinggang.
  4. Untuk siswa putri diwajibkan menggunakan kerudung yang menutupi dada dan memakai baju yang menutupi setengah paha.
  5. Pakaian tersebut pada poin 1-4 digunakan pada hari senin s/d selasa, hari rabu s/d kamis berpakaian seragam yayasan serta jum’at s/d sabtu berpakaian Pramuka.


Pasal 2

Ketentuan seragam anak madrasah yang telah ditetapkan Departemen Pendidikan Nasional, di antaranya :

  1. Untuk siswa baju dimasukkan ke dalam celana sehingga sabuk dapat terlihat dari depan, belakang, samping kiri maupun samping kanan, sedangkan untuk siswi dikeluarkan.
  2. Wajib melengkapi atribut meliputi :

2.1. Badge OSIS, dipasang pada saku sebelah kiri.

2.2. Nama lengkap siswa yang bersangkutan di tempel dan dijahit  pada pakaian di dada sebelah kanan.   

2.3. Tanda lokasi MTs Harapan Baru ditempel dan dijahit  pada lengan kemeja sebelah kanan.

3.  Memakai sepatu berwarna hitam dan bertali hitam serta berkaos kaki warna putih di atas mata kaki.

4.  Memakai sabuk berwarna hitam yang standar

 

Pasal 3

Khusus untuk pelajar putra :

3.1.   Rambut harus rapih dan maksimal panjang 2 cm

3.2.  Tidak diperkenankan  memakai aksesoris yang berlebihan.

Khusus untuk pelajar  putri :

3.3. Tidak dperkenankan  menggunakan perhiasan yang mewah dan bersolek yang berlebihan.

3.6.   Tidak diperkenankan memelihara kuku yang panjang dan menggunakan cat kuku

Pasal 4

Pada saat pelaksanaan upacara bendera hari senin atau hari nasional, wajib menggunakan pakaian seragam madrasah, atribut kelengkapan upacara bendera, dan wajib memakai peci Nasional berwarna hitam.

Pasal 5

Pada saat olah raga, renang, praktikum, kegiatan ekstra kurikuler, dan acara khusus wajib menggunakan pakaian yang telah ditentukan bidang masing-masing.

Pasal 6

Siswa dilarang menambah atribut kelengkapan seragam madrasah di luar ketentuan yang berlaku.

Pasal 7

Selama di lingkungan madrasah, siswa dilarang memakai jaket dan sejenisnya sehingga menutupi atribut seragam, kecuali kondisi kesehatan yang mengharuskan memakainya dengan terlebih dahulu mendapat izin dari guru pengajar dan guru piket yang didasari surat keterangan dokter atau dari orang tua/wali.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

TERTIB SIKAP DAN PERILAKU

Pasal 1

Siswa dilarang :

1.1.   Merokok di dalam dan luar  lingkungan madrasah

1.2.   Membawa dan meminum  minuman keras atau obat terlarang lainnya didalam maupun di luar lingkungan madrasah.

1.3.   Membawa senjata tajam atau barang lain yang tidak ada hubungan dengan kegiatan belajar.

1.4.   Membawa alat elektronik (handphone) dan atau sejenisnya selama kegiatan belajar berlangsung.

1.5.   Membawa jajanan dan makanan ke dalam ruangan kelas  

Pasal 2

Siswa wajib berkelakuan sopan dan santun dalam menggunakan kata-kata (tidak boleh menggunakan kata-kata kotor dan kasar) sehingga dapat menyinggung perasaan orang lain. Wajib menghormati guru, karyawan, dan sesama siswa, dan jika terjadi perselisihan paham antar siswa tidak dibenarkan main hakim sendiri atau melibatkan orang lain, atau pihak luar madrasah, tetapi wajib melaporkan kepada pihak madrasah untuk diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

Pasal 3

Siswa wajib membina dan menjaga hubungan baik antar sesama warga madrasah yang bersifat kekeluargaan dan tidak saling menyakiti.

Pasal 4

Siswa wajib menciptakan suasana keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, dan kesehatan atau 7 K dilingkungan madrasah, dengan cara :

4.1 Tidak  gaduh /ribut dalam kelas sehingga mengganggu ketenangan   kelas lain.

4.2  Membuang sampah  pada tempat yang telah disediakan..

4.3  Tidak menulis/mengotori meja, kursi belajar, tembok, WC, dan lain-lain.

4.4  Tidak merusak tanaman dan kelengkapan taman lainnya.

4.5  Tidak mengambil uang dan barang milik orang lain tanpa izin pemiliknya.

Pasal 5

Siswa dilarang membawa motor atau kendaraan lain ke dalam lingkungan madrasah.

Pasal 6

Siswa tidak diperkenankan membawa uang dalam jumlah yang berlebihan.

Pasal 7

Siswa wajib memelihara ketahanan dan keamanan madrasah dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam madrasah dengan tidak bertindak sendiri dan sewenang-wenang.

Pasal 8

Siswa dilarang membawa peralatan/barang lain yang tidak ada hubungannya dengan sarana kegiatan belajar.

Pasal 9

Siswa dilarang berkerumun di sekitar luar lingkungan madrasah sesudah pulang dari madrasah.

Pasal 10

Siswa  membiasakan diri mengucapkan salam jika bertemu/berpapasan dengan  Kepala madrasah, para guru, karyawan, tamu, kawan-kawan  atau anggota keluarga  di dalam maupun diluar madrasah.

BAB VII

TERTIB BERORGANISASI

Pasal 1

Di madrasah hanya ada satu organisasi siswa yaitu OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), setiap siswa wajib menjadi anggota dan mendukung kegiatan  OSIS secara  aktif dan turut berpartisipasi terhadap semua program kerjanya.

 

 

 

Pasal  2

Siswa dilarang menjadi anggota atau pengurus organisasi lain di luar OSIS yang disinyalir meresahkan masyarakat seperti geng motor dan sejenisnya, baik di dalam maupun di luar madrasah.

Pasal 3

Pelaksanaan kegiatan OSIS diusahakan tidak mengganggu kegiatan belajar intra kurikuler kecuali atas izin madrasah dan atau pesantren .

Pasal 4

Semua kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di luar jam pelajaran harus mendapat izin dari Pesantren dan atau orang tua/wali yang bersangkutan.

BAB VIII

JENIS PELANGGARAN DAN SANKSINYA

Pasal 1

Akibat pelanggaran tata tertib ini, maka siswa dapat dikenakan sanksi/hukuman akademis yang ditetapkan oleh pihak madrasah.

Pasal 2

Akibat pelanggaran tata tertib madrasah yang lebih dari satu kali dan atau pelanggaran berat, maka dapat dikenakan sanksi akademis dan sanksi administrasi yang ditetapkan oleh pihak madrasah berupa :

  1. Teguran lisan dari guru, wali kelas, BK atau kepala madrasah
  2. Peringatan tertulis dari madrasah, yang disampaikan kepada orang tua/wali siswa.
  3. Skorsing (dilarang mengikuti kegiatan belajar untuk waktu tertentu) dari madrasah.
  4. Dikembalikan kepada orang tua/wali dengan surat pemberitahuan terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

Pasal 3

Jenis-jenis pelanggaran dan sanksi/hukuman yang bisa diberikan/dikenakan kepada siswa antara lain sebagai berikut :

 No

Jenis-jenis Pelanggaran

Jenis-jenis sanksinya

1

Siswa terlambat tanpa alasan yang tepat dengan ketentuan :

  • lebih dari 10 menit

 

 

 

  • lebih dari 1 jam (40 menit)

 

 

  • Lebih dari 3 kali

 

 

 

  • Siswa tidak diperkenankan mengikuti satu mata pelajaran pertama (1 atau 2 jam) dan kepadanya diberikan pembinaan. Siswa diizinkan masuk kembali pada jam mata pelajaran berikutnya.

 

  • Siswa dizinkan masuk kelas setelah istirahat atau pada jam ke 5 setelah diberikan pembinaan.
  • Pembimbing asrama akan dipanggil untuk dikonsultasikan .
  • Jika masih terlambat juga maka diharuskan membuat surat pernyataan tidak akan terlambat lagi.
  • Jika masih terlambat lagi dipulangkan dan diskor 3 hari.
  • Jika masih terlambat juga setelah diskor maka dikembalikan kepada     orang tuanya

2

  • Tidak masuk madrasah tanpa alasan yang jelas
  • Siswa ditegur dan dicatat dalam buku kasus siswa dengan keterangan Absen
  • Jika masih melanggar orang tuanya dipanggil untuk dikonsultasikan

3

Baju seragam madrasah :

  • Atribut tidak lengkap
  • Baju yang dikeluarkan
  • Memakai sabuk yang tidak sesuai aturan
  • Memakai jaket/sweter

 

  • Siswa ditegur dan dicatat dalam buku kasus siswa , jika 2 kali masih melanggar (jaket dan sabuk) diambil oleh madrasah dan  pembimbing dipanggil untuk dikonsultasikan.

4

  • Bagi siswa putri rok pendek/ketat/tidak sesuai aturan
  • Bagi siswa putra celana panjang yang tidak standar
  • Dipulangkan untuk mengganti pakaian. Jika 2 (dua) kali melanggar orang tuanya dipanggil untuk dikonsultasikan.

5

Sepatu tidak sesuai dengan ketentuan

  • Sepatu dilepas dan tidak memakai sandal di lingkungan madrasah. Jika 2 kali melanggar pembimbing dipanggil untuk dikonsultasikan.

6

Rambut panjang bercat / jelly / model di luar ketentuan sebagai siswa

  • Ditegur oleh pihak madrasah
  • Dipotong rambutnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

7

  • Memakai perhiasan berlebihan   dan laki-laki memakai anting
  • Membawa HP, walkman dan  sejenisnya pada saat KBM berlangsung
  • Diambil oleh madrasah dan tidak dikembalikan lagi

 

8

Bolos/Kabur selama  KBM berlangsung

  • Ditegur dan dicatat oleh madrasah
  • Jika 2 kali melanggar pembimbing di panggil untuk dikonsultasikan
  • Jika masih bolos harus membuat perjanjian/pernyataan di atas kertas bermaterai.
  • Jika tidak ada perubahan sikap diskors selama 1 minggu.

9

  • Tidak mengikuti upacara bendera hari senin atau bimbingan.
  • Tidak mengikuti upacara memperingati hari besar
  • Ditegur dan dicatat.
  • Jika 2 kali melanggar pembimbing/orng tua dipanggil untuk dikonsultasikan.
  • Siswa di tegur dan diberikan tugas membuat makalah.

10

Menjadi anggota / membentuk gank  apa saja

 

  • Siswa dipanggil dan dicatat, orang tuanya dipanggil untuk dikonsultasikan.

 

11

  • Siswa membawa rokok/merokok di lingkungan madrasah / di luar lingkungan madrasah
  • Diskor untuk belajar di pesantren selama 3 hari dan pembimbing dipanggil untuk dikonsultasikan
  • Apabila masih melanggar dikembalikan pada orang tuanya.

12

Membawa kendaraan bermotor 

  • Ditegur dan dicatat.
  • Jika 2 kali melanggar dikomunikasikan dengan orang tua.

13

Merusak/mengotori fasilitas/ sarana madrasah

  • Mengganti/mengembalikan fasilitas yang rusak / membersihkan fasilitas yang kotor.
  • Apabila masih melanggar dikembalikan pada orang tuanya.

14

Melakukan perbuatan tidak senonoh/asusila

  • Membawa buku,majalah, VCD porno dll.
  • Berpacaran di lingkungan madrasah
  • Diskor untuk belajar di pesantren selama 3 hari dan pembimbing dipanggil untuk dikonsultasikan.
  • Apabila masih melanggar dikembalikan pada orang tuanya

15

  • Melakukan perbuatan yang membahayakan orang lain : memalak, atau melakukan ancaman/terror.
  • Diskor untuk belajar di pesantren selama 3 hari dan orang tuanya dipanggil untuk dikonsultasikan.

 

16

Melakukan cemoohan terhadap guru, karyawan dan tamu

Diskor untuk belajar selama 3 hari di pesantren dan orang tuanya dipanggil untuk dikonsultasikan.

17

Berkelahi di lingkungan madrasah dan atau melakukan penyerangan terhadap orang lain

  • Diskor untuk belajar di rumah selama 3 hari dan orang tuanya dipanggil untuk dikonsultasikan.
  • Apabila masih melanggar dikembalikan pada orang tuanya.

18

Terlibat dalam penggunaan obat-obat terlarang (NARKOBA), membawa, mengedarkan dan atau menggunakan

  • Dikembalikan pada orang tuanya tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu.

 

 

BAB IX

PENUTUP

 

Hal-hal yang belum tercantum dalam aturan / tata tertib ini, akan diatur secara khusus melalui keputusan Kepala Madrasah.

Aturan / tata tertib ini dibuat untuk dipahami, dihayati, dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi demi terwujudnya kepentingan bersama dalam mencapai tujuan pendidikan di MTs Harapan Baru.

 

       Cijantung, 14 Juli 2014

Kepala Madrasah,

 

 

 

Dra. Hj. Dewi Ratnasari, M.Pd

NIP : 196204141388032002

Mata Pelajaran
Tanggal Posting:2014-05-27
Diterbitkan oleh:Doni Mulyadi
Struktur Kurikulum Pelajaran MTs Harapan Baru